Ruang Tunggu #2
Jika malam adalah tempat dimana kita bisa meruangkan mimpi dan harapan,
maka engkau seumpama angin yang desau di setiap pucuk kemarau,
sementara tanah di ujung kakiku masih basah.
Hadirmu nisbi, sebab malam ini hanyalah ruang kosong yang tak akan kau singgahi.
Tak sempat kupetakan mimpi dan harapan pada langit hati,
ketika aku gagal membunuh sangsi dan mempersembahkan matahari
bagi jiwaku yang rapuh,
yang sinarnya abadi, tak seperti sorot matamu laksana bintang jatuh
menghadirkan harapan sementara di garis khatulistiwa janjimu luruh,
jadi abu.
Begitulah, hujan sore tadi seperti mengingatkan aku
bahwa malam adalah sebuah ruang tunggu
yang sepi.
Disini, aku hanya bisa menunggu musim berganti..
Februari 2010


jika musim berganti, dan aku tak menutup mata..
pasti akan terlihat semua..
dan..
malu ah..
hahahahh.
hehe pasti habis mandi lupa ga pake celana.. makanya malu :p