Sajak-sajak Untuknya

Harus kuakui, awal perjalananku di mobitrek juga merupakan awal hubunganku dengan Uki hingga banyak sekali blog yang kutulis untuk dia. Bahkan aku sendiri bisa bergabung di mobitrek pun atas rekomendasi darinya. Meskipun dia sering tidak sadar bahwa blog-blog tersebut kutulis untuknya, tapi sebagian besar blogku di mobitrek memang tentang dia.

~

Kau

Aku terpesona..
pada eksistensimu membangun sebuah arogansi
Dengan kokoh kau berdiri, seakan seluruh dunia mampu kau kuasai

Aku terpesona..
pada santun kata penuh cerca
Dengan manis kau cela setiap sisi tanpa warna
Hingga semua jadi hambar
hingga tak ada yang sanggup berdiri sejajar

AKU MUAK!!!

andai waktu mampu mengajarimu tentang tawadhu’
DILUAR SANA MASIH BANYAK YANG JAUH LEBIH BAIK
DARIPADA KAMU!!!

mobitrek, 4 mei 2008

~

CinderaMata Cinta

Apa karena aku seorang wanita, engkau kaum laki-laki begitu mudah menyakitiku
Kesetiaan yang ku punya tak pernah berharga di matamu, tapi begitu mahal kubayar dengan sakit hatiku
Lihatlah aku dan rabalah hatiku, hanya agar kau tau seberapa dalam luka itu menganga
Hanya kebodohan yang membuatku masih bertahan selalu memaafkanmu
Tuk seseorang yang tak pernah menghargai aku, aku lelah dan menyerah..
Terima kasih atas cinderamata cinta bernama luka..!!

mobitrek, 31 mei 2008

~

I dont wanna be like My mom

Kenapa aku melihat bayangan mamah di matamu
yang tatapannya bekukan hati, buatku ingin bersembunyi dan lari
sebab terlalu berat bagiku untuk menentangmu
aku bukan pengecut…
tapi tak kumiliki hati seluas samudra dan jiwa selebar cakrawala
hati ini juga bertepi, napas ini juga berbatas
anggap saja aku egois

But still i dont wanna be like my mom…

mobitrek, 12 juni 2008

~

Kamboja

Sejujurnya telah lama aku kehilangan bara itu,
semangat tuk mencintaimu
Seperti lilin kehilangan nyala api,
tempat meleburkan diri,
aku hanya seonggok harap yang padam dan beku
Dan diantara kegelapan yang menjelma
aku seperti mencium bau kamboja

mobitrek, 15 juni 2008

~

Bulan Retak

Sayangku..
Bulan masih bersinar malam ini, meski tak lagi purnama
Meski sesekali awan hitam masih mencoba memeluknya
Dan dari sini.. aku tetap memandangmu,
menatapmu dengan dua kristal di mataku
Aku berharap angin selatan kan membawaku,
tapi bayangan hitam di atas bulan kerap menahan langkahku
Dan aku enggan pulang..
jika bayangan ketakutan itu masih memeluk bulan retak di atas langitku

mobitrek, 11 agustus 2008

~

Ingkar

Menatapi kedalaman jiwa, menghirup aroma realita dan
menyimak gemersik daun-daun mimpi yang menari di tingkahi angin
Seulas senyum tak lagi hadir saat mematut diri di depan cermin
Rasanya baru kemarin..
Aku ingin percaya engkau satu-satunya yang tak pernah
berhenti temaniku di saat yang lain ingkar
dariku

Sekeping rasa itu bernama: kecewa

mobitrek, 26 oktober 2008

~

Lepas Malam

Aku sering berjalan-jalan disini sendirian, hanya sendirian..
Meraba kisi demi kisi dinding kekosongan yg kulewati stlh kau tinggalkan
Dan rotasi itu berulang kembali, pergerakan yg sllu sama di porosnya
Lagi dan lagi..
Entah kapan berhenti
Entah kapan terhenti
Aku ingin waktu menyekapku sekali-kali

Terlambat sadar diam-diam aku sering kesepian..

mobitrek, 24 oktober 2008

~

Membunuh Sepi

Hari ini, sepi telah kubunuh
Darah amarah masih menetes dari mata pedang kegelisahan,
yang kugunakan untuk menebas leher kebosanan
Aku menghirup nafas lega,
melihat sepi telah tergeletak mati,
di depanku..

Di bawah rimbun daun kerinduan mayatnya mulai ku kuburkan diam-diam..

mobitrek, 15 november 2008

Advertisements

~ by desinta wp on 20/10/2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: