Menjadi Bianglala

menjadi bianglala

Sejak mobitrek mati suri dan tidak bisa diakses lagi, setiap kangen dengan blog-blog di mobitrek aku menyempatkan diri untuk jalan-jalan di versi wordpressnya atau Planet Mobitrek. Biasanya aku memakai keyword bianglala untuk membuka ulang catatan-catatan kecilku disana. Dan selalu saja catatan-catatan itu pun hadir dalam hasil, karena nicknya yang hampir sama dengan bianglala. Mau tak mau aku pun selalu dipaksa untuk melihat lagi catatan-catatan itu meski hanya sepintas. Catatan-catatan yang seakan-akan ditulis khusus untukku, meskipun kadang aku merasa terlalu geer jika menyangka begitu. Tapi lihatlah bagaimana dia selalu menyindir aku..

Aq menemukan bnyk perbedaan satu dan lainnya. Perbedaan yg menyerupai pelangi. Melengkung bersisian dgn warna berbeda. I guess you’ve missed sumtin. Krn km selalu menebak dan berkonklusi yg salah. Org lain yg bkn aq.

Jika sdh merasa cantik sempurna,maka ga perlu bercermin lg.Nanti km terkaget2 mlht dirimu ga secantik yg kau kira

Ehm.. dua contoh di atas rasanya hanya sedikit dibanding semua catatan yang telah ia tulis dan seolah-olah ditujukan untukku. Kata-kata seperti pelangi, i guess you’ve missed sumtin dan cermin bisa dibilang adalah kata-kata yang identik dengan aku. Jujur aku tak pernah mengenalnya, juga tak pernah menebak-nebak siapa dia. Yang sering aku pertanyakan dalam hati justru alasan kenapa dia melakukan itu. Kenapa dia membenciku? Kenapa dia seolah-olah ingin menilai sikapku, menyalahkan aku dan menyuruhku introspeksi. Wait… emang dia siapa sih??

Jujur saja, aku justru ingin ketawa setiap kali mengingatnya. Lucu saja melihat petuah-petuah yang disampaikannya untukku, atau mungkin juga untuk semua orang. Apalagi kalo mengingat aku tak pernah mengenalnya dan berurusan dengannya. Dan yang terus menerus aku pikirkan, kenapa dia harus peduli dengan setiap ucapanku? Kenapa seolah-olah itu mengganggunya? Padahal jujur saja setiap blog yang kubuat di mobitrek awalnya hanyalah media komunikasi dengan Uki. Jika ada emosi atau apapun dalam tulisanku, itu adalah urusan pribadiku dengan Uki. Jadi kenapa dia harus peduli? Bukankah sebenarnya dia yang salah menebak-nebak dan selalu berprasangka buruk padaku?

Dgn tawadhu n ikhlas, semua rasana ringan. Ga perlu tkt disebut krg cantik,krg baik,krg ajar,krn keikhlasan menyadari bhw km memiliki kekurangan adalah akan menjadi kelebihanmu

Wait.. jadi kenapa dia sendiri tidak tawadhu dan tidak ikhlas dengan menilai-nilai kejelekan orang dan secara tidak langsung merasa selalu benar?

jgn lupa, dunia tanpa prasangka mgkn lbh indah dibanding dunia berwarna warni tp penuh emosi

Jujur saja, aku memakai nick bianglala bukan karena merasa cantik ataupun indah dan berwarna-warni seperti pelangi. Tapi jika anda pernah membuka majalah Annida, anda akan menemukan sebuah halaman, semacam kolom atau rubrik utama Annida yang bernama bianglala. Dan dari situlah nick bianglala bermula.

Tapi ya sudahlah, aku pun tak ingin mengungkit-ungkit soal itu lagi. Jaman mobitrek telah berlalu, dan kuharap kebenciannya padaku pun telah sirna dimakan waktu..

Advertisements

~ by desinta wp on 21/10/2009.

2 Responses to “Menjadi Bianglala”

  1. “Aq menemukan bnyk perbedaan satu dan lainnya. Perbedaan yg menyerupai pelangi. Melengkung bersisian dgn warna berbeda. I guess you’ve missed sumtin. Krn km selalu menebak dan berkonklusi yg salah. Org lain yg bkn aq.”

    lha kalimat ini padahal lebih cocok kalau ditujukan untuk dirinya sendiri bhihihih…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: