Kring…

film adaptasi yang kehilangan jati diri

Tadi malam nonton film di Trans tv yang berjudul Kring. Sejak melihat tayangan iklan film ini, aku sudah tau kalo film ini adalah adaptasi dari sebuah film barat (aku lupa judulnya). Film ini menceritakan tentang seorang wanita yang diculik lalu disekap di sebuah ruangan. Dan kebetulan di ruangan tersebut terdapat sebuah telepon rumah. Sebenarnya telepon tersebut sudah dihancurkan oleh salah satu penculiknya hingga berkeping-keping. Tapi sang wanita berinisiatif untuk mengutak-atik dan menyambungkan kabel-kabel komponennya yang putus. Kemudian secara acak mencoba menelpon, dan ternyata memang berhasil. Panggilan tersebut tersambung ke ponsel seorang pemuda yang akhirnya menjadi penyelamatnya. Dan bisa ditebak selama usaha penyelamatan itu pun kontak cuma terjadi lewat telepon saja.

Secara garis besarnya cerita di film ini sama dengan aslinya. Hanya sedikit yang berbeda, tokoh utama cewek yang diculik adalah anak  dari laki-laki yang dicari-cari penjahat tersebut, dan anak SD yang kemudian diculik juga adalah adiknya. Sementara di film aslinya hubungan korban adalah suami, istri dan anak. Selain itu, kurasa film aslinya dibuat untuk menunjukkan keistimewaan handphone model baru yang telah dilengkapi dengan fasilitas kamera dan video. Disitu diceritakan bahwa tokoh pemuda yang kemudian mendapat telpon nyasar tersebut adalah pemilik hp keluaran baru yang belum dimiliki banyak orang. Pada akhirnya sang pemuda mendapat ide untuk mengcopy rekaman kejahatan yang dicari-cari penculik ke hp nya, sehingga bisa dijadikan bukti ke polisi meskipun rekaman yang asli telah diserahakan pada penjahat untuk menyelamatkan sandera. Menurutku sebenarnya disitulah letak poin dari film barat tersebut. Untuk menunjukkan keistimewaan hp varian baru yang dilengkapi kamera dan video. Sementara di film Kring, jadi terasa tidak ada yang istimewa. Tidak ada poin yang hendak ditonjolkan dalam film tersebut. Semuanya berjalan teramat biasa. Atau mungkin karena aku sudah tau jalan ceritanya?

Ngomong-ngomong soal film adapatasi, kalo kita cermati dunia pertelevisian kita sekarang, kita bisa menemukan banyak sekali film atau sinetron yang sebenarnya adalah adaptasi dari cerita luar. Aku pernah menonton film Indonesia yang ceritanya mirip dengan film Scream yang pernah sangat populer. Ada juga film yang alur ceritanya mirip dengan komik  serial Pop Corn karya Yoko Shoji dan masih banyak lagi.

Sebenarnya mungkin sah-sah saja jika kita ingin mengadaptasi film luar. Hanya satu yang sering kusayangkan, dalam setiap film adaptasi tersebut sama sekali tidak menyebutkan sumber aslinya. Sama seperti film Kring tadi malam. Yang menjadi penutupnya hanyalah kalimat klasik berbunyi “cerita ini hanyalah fiktif belaka, kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian adalah tidak disengaja.” Padahal jelas-jelas cerita tersebut sengaja disadur dari cerita lain. Kenapa nggak disebutkan saja sumber ceritanya? Bagaimana pun juga itu kan namanya pelanggaran hak cipta. Bisa juga disebut sebagai penjiplakan. Hmm.. iya nggak sih.. 😀

Advertisements

~ by desinta wp on 30/10/2009.

One Response to “Kring…”

  1. judul filmnya CELLULAR. hpnya nokia 6600 hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: