Tetralogi Laskar Pelangi

Hari ini, aku menengok wordpress sebenarnya hanya ingin tahu, sudah berapa lama aku tak menulis disini. Ternyata sudah cukup lama juga, sepuluh hari lebih. Terhitung dari sejak tanggal 17 blogku yang terakhir kubuat. Maklum saja, beberapa hari ini aku sedang tenggelam membaca tetraloginya Andrea Hirata. Mulai dari Laskar Pelangi hingga seri terakhir Maryamah Karpov, itupun belum selesai.

Jujur saat membaca Laskar Pelangi dulu aku sempat merasa agak bosan di bagian-bagian akhir karena merasa gaya bahasa yang terlalu dewasa untuk ukuran anak SD kelas 6. Tapi saat beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk meneruskan membacanya, ternyata pandanganku telah berubah. Andrea Hirata memang kaya akan perbendaharaan kata hingga membuat novel-novelnya terasa indah dinikmati. Adapun soal gaya bahasa yang terlalu dewasa, anggapan itu pun mulai sirna saat aku sadar, bahwa ‘aku’ dalam Laskar Pelangi sebenarnya bukanlah seorang bocah kelas 6 SD bernama Ikal, melainkan Andrea Hirata yang memang telah dewasa dan hanya sedang mengisahkan pengalaman hidupnya saat masih sekolah dasar.

Membaca Sang Pemimpi dan Edensor, kesan tersebut semakin hilang karena dalam novel kedua dan ketiga tersebut Ikal memang telah beranjak dewasa. Masa SMA dan masa-masa kuliahnya. Yang paling inspiratif banget menurut aku mungkin seri keduanya, Sang Pemimpi. Membaca novel itu aku jadi merasa bahwa perjuanganku selama ini untuk mewujudkan mimpi bukanlah apa-apa. Atau boleh dibilang aku terlalu malas untuk berusaha live my dreams. Terlalu gampang menyerah dan terlalu banyak menyia-nyiakan waktu. Well.. menyesal juga rasanya mengetahui bahwa kita sudah tidak muda lagi, dan masa muda kita berlalu begitu saja.

Oke, sekian dulu blogku hari ini. Aku harus merampungkan Maryamah Karpov agar bisa menulis lagi. Sstt… kuberi tahu ya, aku ini memang tipe orang yang tidak bisa membaca sambil menulis. Kalo lagi membaca aku harus menuntaskan bacaanku dulu. Menepis kuat-kuat hasrat untuk menulis di tengah-tengah kegiatan membaca. Kenapa? Sebab seringkali inspirasi yang muncul jadi mirip dengan bacaan yang sedang ku komsumsi. Hmm.. nggak ingin juga kan disebut sebagai peniru atau dianggap idenya tidak orisinil? Hehe.. ^^

Advertisements

~ by desinta wp on 29/11/2009.

One Response to “Tetralogi Laskar Pelangi”

  1. oK., zob..
    iLmu yg bemanfaat ni…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: