Ruang Tunggu #2

Jika malam adalah tempat dimana kita bisa meruangkan mimpi dan harapan,
maka engkau seumpama angin yang desau di setiap pucuk kemarau,
sementara tanah di ujung kakiku masih basah.
Hadirmu nisbi, sebab malam ini hanyalah ruang kosong yang tak akan kau singgahi.
Tak sempat kupetakan mimpi dan harapan pada langit hati,
ketika aku gagal membunuh sangsi dan mempersembahkan matahari
bagi jiwaku yang rapuh,
yang sinarnya abadi, tak seperti sorot matamu laksana bintang jatuh
menghadirkan harapan sementara di garis khatulistiwa janjimu luruh,
jadi abu.

Begitulah, hujan sore tadi seperti mengingatkan aku
bahwa malam adalah sebuah ruang tunggu
yang sepi.
Disini, aku hanya bisa menunggu musim berganti..

Februari 2010

Advertisements

~ by desinta wp on 14/03/2010.

2 Responses to “Ruang Tunggu #2”

  1. jika musim berganti, dan aku tak menutup mata..
    pasti akan terlihat semua..
    dan..
    malu ah..

    hahahahh.

    Like

  2. hehe pasti habis mandi lupa ga pake celana.. makanya malu :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: