May 31th, Quit Facebook Day?

Apa perbedaan antara Facebook, Mobitrek, Prodigits, Twitter, Friendster dan situs jejaring sosial yang lainnya? Jujur saja, bagi saya tidak ada bedanya. Sama-sama hanya sebuah situs di dunia maya tempat kita bisa bersosialisasi dengan banyak orang, entah kita kenal sebelumnya atau tidak. Hanya karena perkembangan Facebook menjadi begitu pesat dan sangat populer di berbagai kalangan masyarakat dari yang sudah akrab dengan internet sejak dulu hingga yang masih awam sama sekali, Facebook menjadi terkesan berbeda. Saya telah banyak melihat bagaimana anak-anak sekolah mulai dari SD hingga SMU bahkan mahasiswa, berbondong-bondong ke warnet setiap hari hanya untuk Facebook-an. Tak  jarang juga ibu-ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang meminta untuk dibikinin Facebook, sambil bertanya dengan polos, Facebook dan internet itu sama nggak? Pertanyaan itu sudah cukup menunjukkan bahwa masih banyak  pemilik akun Facebook yang sebenarnya tidak atau belum paham apa itu Facebook. Yang ada di pikiran mereka barangkali hanyalah mengikuti tren, menjadikan Facebook semacam identitas agar tidak dibilang ketinggalan jaman.

Lalu mulailah bermunculan masalah-masalah yang berkaitan dengan Facebook. Tentu kita sudah mendengar beberapa kasus kejahatan yang katanya disebabkan oleh Facebook, mulai dari penculikan abg, pencurian sepeda motor, pembunuhan seorang istri oleh suaminya karena mengubah status hubungannya menjadi single hingga kasus Anthony Stancl yang berakhir di penjara karena menyamar sebagai cewek di Facebook dan meminta teman-teman cowoknya untuk mengirimkan foto telanjang kepadanya. Mungkin masih banyak sekali kasus kejahatan lain yang ditimbulkan oleh adanya Facebook, hingga banyak orang mulai meresahkan keberadaan Facebook dalam kehidupan kita dan merasa perlu untuk menyingkirkannya. Dan puncaknya adalah sekarang, dengan dibuatnya sebuah situs bernama Quit Facebook Day sebagai media kampanye untuk menyerukan penghentian penggunaan akun Facebook mulai tanggal 31 Mei besok. Di situs itu, Matthew Millard dan Joseph Dee mengatakan bahwa facebook tidak menghormati kita dan data kita, sebagai salah satu alasan kenapa harus menghapus akun Facebook.

Saya tidak hendak membela ataupun menyangkal siapa-siapa disini. Tapi marilah kita sejenak berpikir, kenapa semua itu bisa terjadi. Facebook sebenarnya hanyalah sebuah media, semacam benda mati yang tidak mempunyai roh jika bukan kita yang menghidupkannya. Lalu kenapa bisa terjadi begitu banyak kejahatan ataupun terdapat banyak orang yang merasa dirugikan karena adanya Facebook? Marilah kita renungi lagi kata-kata Mas Rio dalam notenya, Facebook, Dunia Maya dan Culture Shock. Di catatannya itu Mas Rio berkata, pertumbuhan pengguna Fb yang begitu fenomenal, mampu menjangkau segala kalangan -termasuk kalangan yang mengaku sebagai gaptek sekalipun, telah menimbulkan semacam keterkejutan budaya (Culture Shock) pada masyarakat luas. Tidak heran jika akhirnya semua orang berlomba-lomba menggunakan Facebook, termasuk penjahat sekalipun. Dan mereka yang nyemplung ke dunia Facebook tanpa didasari pemahaman yang cukup akan luasnya dunia maya tentu menjadi sasaran empuk bagi para penjahat tersebut. Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan keadaan tersebut?

Saran saya hanya sederhana, jangan narsis! Ya, narsis. Sadarkah anda bahwa semua kejahatan itu bisa terjadi hanya karena berawal dari perbuatan narsis pemiliknya? Cowok-cowok abg di Amerika Serikat rela mengirimkan foto telanjang mereka karena narsis kepada seorang cewek cantik yang ternyata jelmaan seorang cowok. Seorang istri di Inggris dibunuh oleh suaminya sendiri karena narsis mengaku single di Facebook. Dan bisa jadi beberapa abg yang menjadi korban pemerkosaan dan penculikan karena perbuatan narsisnya sendiri dengan memajang foto-foto seksi di Facebooknya. Juga mereka yang mengeluh Facebook tidak menghormati dan melindungi data pribadi mereka. Kalo tidak ingin orang lain menyalahgunakan data-data pribadi anda, maka jangan menuliskannya di Facebook. Facebook memberikan pilihan privacy untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat profil anda. Dan jika itu belum cukup, anda tidak perlu membeberkan alamat lengkap, nomor telpon dan data-data yang anda anggap sangat pribadi bagi anda. Anda tidak perlu narsis jika anda tau di daftar teman Facebook anda ada beberapa orang bahkan banyak yang tidak anda ketahui asal usulnya sama sekali.

Cheers ^^

Advertisements

~ by desinta wp on 28/05/2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: